Selasa, 26 April 2011

Prosesi Jumad Agung

PROSESI JUMAD AGUNG - LARANTUKA
Anda mungkin pernah mendengar tentang Pekan Suci Semana Santa di Larantuka?, dibawah ini saya sajikan sedikit informasi mengenai Pekan Suci tersebut dapat anda temukan disini, berikut Video Film Dokumenter yang menceritakan sejarah awal kedatangan Bangsa Portugis ke wilayah Indonesia, teristimewa wilayah kerajaan Larantuka, hingga penemuan patung Bunda Maria yang oleh masyarakat setempat dinamakan "Tuan Ma" atau Ibu Tuhan.
Pekan Suci Semana Santa merupakan puncak dari permenungan umat Kristiani, khususnya umat kota Larantuka, mengenangkan malam perjamuan kudus Tuhan, Sengsara dan wafat Yesus Kristus, dan Prosesi mengenangkan Kedukaan Bunda Maria menghantar Putera-Nya Yesus Kristus yang telah wafat dari Kalvari menuju ke pembaringan terakhir. 

Prosesi Jumad Agung
Pintu kapela Tuan Ma, dibuka pada Kamis Putih pagi, oleh sesepuh Kerajaan Larantuka, umat serentak dengan tertib dan teratur berlutut dan bergerak menunggu kesempatan mencium Patung Tuan Ma atau Bunda Maria, oleh orang Larantuka, moment ini dinamakan "Hari Bae Nagi", karena Kapela Tuan Ma hanya dibuka setahun sekali yakni pada Kamis Putih. oleh sebab itu tidak heran kalau kesempatan ini dimanfaatkan oleh umat dan jutaan pesiarah dari berbagai penjuru dunia untuk datang bersiarah, memohon berkat Tuhan lewat perantaraan doa Ibu-Nya Maria. upacara penciuman akan berakhir pada keesokan harinya Jumad Agung, pada pukul 09.00 Wita, selanjutnya umat akan mengikuti Prosesi laut / Bahari, mengarak Tuan Meninu / Patung Kanak - kanak Yesus, menyusuri selat Gonsalus yang terkenal ganas dengan arus dan gelombangnya, dari Kapela Tuan Meninu di Kota Rewido, menuju Armidanya yang terletak di dekat Istana Raja Larantuka. 
Pada malam Jumad Agung, Prosesi Jumad Agung dimulai dari Gereja Katedral Larantuka, umat bergerak menyusuri jalan dengan lilin di tangan sambil berdoa mengunjungi armida - armida yang terletak di sepanjang jalan Kota Larantuka. pada moment ini, sepanjang jalan kita akan melihat jutaan pesiarah bergerak perlahan dengan doa dan nyanyian, bersama Ibu Maria (Patung Tuan Ma) menghantar kepergian Putera-Nya Yesus Kristus (Tuan Ana), sambil mulutnya berkeluh, "Wahai Kamu Para Pelintas Jalan, Adakah Dukamu Yang Melebihi Duka Ku Ini??"

Napak Tilas Tuan Ma
Kehadiran Agama Katolik di Flores, diperkirakan terjadi sekitar tahun 1520, tatkala kapal - kapal dagang Portugis selalu datang dari dan ke Malaka untuk berdagang Kayu Cendana. dari catatan sejarah, seorang saudagar Portugis bernama Jee Soares telah mempermandikan 200 orang di Lewonama, sebuah kampung di ujung timur pulau Flores, yang dikemudian hari dikenal dengan nama Larantuka. namun sebelum peristiwa itu, penduduk setempat belum memiliki Agama (kafir).
Tuan Ma, atau Bunda Berduka Cita ( Mater Dolorosa), adalah Arca atau patung yang selalu di bawa dan di arak setiap malam Prosesi Jumad Agung. tidak ada catatan sejarah yang bisa memberi petunjuk kapan dan bilamana Patung ini tiba di Larantuka, namun diperkirakan umur Arca ini kurang lebih 500 tahun (5 abad). namun dari data lisan yang diwariskan secara turun temurun, Arca ini pertama kali di temukan oleh seorang pemuda Larantuka bernama Resiona di bibir pantai Larantuka, kemudian atas perintah raja, Arca tersebut dipindahkan ke Korke Bale / Rumah Adat orang Larantuka. sejak saat itu raja dan masyarakatnya menyembah Arca tersebut yang waktu itu dikira Dewi / Nitung penguasa lautan karena munculnya dari arah lautan. hal ini bisa di mengerti karena pada masa itu belum dikenal adanya teknologi pemahat / seni rupa.
Bertahun - tahun kemudian, datanglah Bangsa Portugis bersama para imam misionarisnya. oleh raja, mereka di antar ke rumah adat dan raja memperkenalkan Arca Dewi mereka. para misionaris kemudian mengenal Arca tersebut yang adalah "Bunda Maria", seorang misionaris kontan berlutut dan mencium kaki Arca tersebut dan berkata "Bunda, ternyata engkau sudah datang lebih dahulu ke tempat ini, sebelum saya datang membawa kabar baik tentang puteramu Yesus. peristiwa ini oleh Pater Ettel, SVD, seorang misionaris dalam bukunya mengatakan bahwa : " Benih iman yang paling pertama jatuh di pulau Flores, sesungguhnya benih itu ialah "Bunda Maria" karena itu melalui Bunda Maria, kita datang kepada Putera-Nya Yesus Kristus. 

Pekan Suci Semana Santa, merupakan suatu kesempatan untuk menimbah berkat dan rahmat Tuhan lewat perantaraan doa Bunda Maria. jika anda tertarik, mari, lihat, dengar dan kita akan bertemu Tahun depan dalam Prosesi Semana Santa Di Nagi Larantuka. jika tidak memungkinkan, anda bisa  mendapatkan Kaset  Film Dokumenter "Napak Tilas Tuan Ma Dan Sejarah Kerajaan Larantuka"  Produksi Lembaga Pendidikan Luar Sekolah - Seno Com - Lembata, dengan mengunjungi Email kami  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar